Wednesday, October 5, 2011

PETIR DAN PROSES TERJADINYA

Petir adalah gejala alam yang berupa pelepasan muatan elektrostatik (dalam bentuk percikan) di udara yang sering dibarengi dengan suara guntur, biasanya terjadi ketika badai, kadang-kadang pada saat terjadi gunung meletus dan badai pasir (badai debu). petir dipelajari oleh imu tersendiri yang disebut fulminologi. Ilmuan yang mempelajari tentang petir, disebut fulminologist. Kita pelajari lebih lanjut tentang si petir

Bagaimana petir awalnya terbentuk masih menjadi bahan perdebatan. Para ilmuwan telah mempelajari akar penyebab mulai dari gangguan atmosfer (angin, kelembaban, gesekan, dan tekanan atmosfer) dengan dampak angin matahari dan akumulasi partikel bermuatan solar. Es di dalam awan diperkirakan menjadi elemen kunci dalam pengembangan petir, dan dapat menyebabkan pemisahan secara paksa muatan positif dan negatif dalam awan, sehingga membantu dalam pembentukan petir.

PROSES TERJADINYA PETIR

Seperti yang telah dikatakan di awal, proses pembentukan petir masih menjadi perdebatan. Di bawah ini ada beberapa teori tentang bagaimana terbentuknya petir.

a. Teori Tabrakan Partikel Awan (Cloud Particle Collision Hypotesis)

Menurut teori tabrakan partikel awan, muatan listrik terbentuk akibat pemisahan muatan ketika kristal es bertabrakan dengan graupel (campuran es-air lunak). Pemisahan muatan tampaknya membutuhkan udara vertikal yang kuat yang membawa tetesan air ke atas, ditambah dengan pendinginan antara -10 dan -40 ° C. Awan yang memenuhi persyaratan ini hanyalah awan cumulonimbus. Tetesan air di dalam awan bertabrakan dengan kristal es untuk membentuk campuran es-air lunak disebut graupel. Tabrakan antara kristal es dan pelet graupel biasanya menghasilkan pemisahan muatan, muatan positif yang ditransfer ke kristal es, dan muatan negatif untuk graupel tersebut. Karena es kurang berat, gerakan udara vertikal membawa es ke bagian atas awan, hal ini mengakibatkan bagian atas awan menjadi bermuatan positif. Gravitasi menyebabkan graupel yang lebih berat dan bermuatan negatif turun ke tengah dan bagian bawah awan, hal ini menyebabkan muatan negatif pada bagian bawah awan meningkat. Hasil dari Charging ini, awan akan memiliki beda potensial yang cukup untuk menimbulkan lompatan listrik yang dikenal sebagai petir (medan listrik minimal untuk terjadinya petir adalah 1 juta Volt per meter).

b. Teori Mekanisme Polarisasi (Polarization Mecanism Hypothesis)

Hipotesis lain adalah mekanisme polarisasi, yang memiliki dua komponen:
- Tetesan yang jatuh dan hujan es menjadi terpolarisasi elektrik saat jatuh melalui bidang listrik alami Bumi; - - Tabrakan antara partikel awan sehingga awan menjadi bermuatan.

Teori yang ini ceritanya begini nie.... Ketika awan badai bergerak di atas permukaan bumi, muatan listrik yang besarnya sama tetapi berlawanan dengan muatan dasar awan petir diinduksi tanah (bumi) yang berada di bagian bawah awan. karena beda potensial yang besar antara awan dan bumi, terjadilah lompatan muatan listrik yang disebut petir.

1 comment:

  1. Gan kalo terjadinya suara petir itu karna apa ? kasih tau ya di fb gua.. trengginasjunian12@gmail.com

    Di tunggu jawabanya ^_^

    ReplyDelete

jangan lupa kasi komentar. oiya, kalau ada request tentang artikel dll, komen ajah ya... mau tanya PR juga boleh, terutama al biologi. nanti diusahakan buat dibikinin artikelnya... ok, tengkyu dah mw baca!!! jangan lupa like page-nya n follow d fb yah,,,

dapatkan info kamus pengetahuan langsung dari email anda

TULISAN TERBARU